-
-
17 Agustus tahun 1945
Ir Soekarno membacakan Teks Proklamasi Kemerdekaan bertempat di sebuah rumah hibah dari Faradj Bin Sid bin Awdh Martak di Jalan Pegangsaan Timur No. 56,Jakarta Pusat -
PPKI mengadakan sidang 3 kali
-
Tentara Inggris yang mewakili sekutu tiba di Sabang, Aceh
-
Sri Sultah Hamengkubuwono IX mengeluarkan maklumat yang menyatakan Kasultanan Yogyakarta menjadi bagian dari Republik Indonesia dan merupakan Daerah Istimewa
-
tentara Inggris selaku wakil Sekutu tiba di Jakarta, dengan didampingi Dr. Charles van der Plas, wakil Belanda pada Sekutu.
-
sistem pemerintahan Indonesia yang semula Presidensial, berubah menjadi Parlementer, dengan Sutan Syahrir sebagai Perdana Menteri Indonesia pertama
-
-
Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Pakualam VIII mengirimkan surat melalui kurir yang mempersilakan apabila pemerintah RI bersedia memindahkan ibu kota RI ke Yogyakarta atas jaminan mereka berdua demi keamanan pimpinan negara
-
Konferensi Malino
-
ditandatanganinya Persetujuan Linggajati
-
-
Perdana Menteri Sutan Syahrir mengundurkan diri dan digantikan oleh Amir Syarifudin
(Masa Jabatan 3 Juli 1947 – 29 Januari 1948) -
Agresi Militer Belanda 1
-
-
ditandatanganinya Persetujuan Renville
-
Perdana Menteri Amir Syarifudin meletakkan jabatannya, dan digantikan oleh Mohammad Hatta sebagai Perdana Menteri yang sekaligus merupakan Wakil Presiden
-
Agresi Militer Belanda 2
-
dibentuknya Pemerintahan Darurat Republik Indonesia di Bukittinggi, yang dipimpin oleh Syafrudin Prawiranegara. PDRI dibentuk setelah Agresi Militer II Belanda berhasil menangkap pimpinan RI seperti Soekarno, Hatta dan Syahrir.
-
-
Ditandatangani Perjanjian Roem-Roijen
-
sidang antara PDRI dengan Soekarno-Hatta. Pimpinan PDRI, Syafrudin Prawiranegara, menyerahkan mandatnya, sehingga pemerintahan kembali dipegang Mohammad Hatta sebagai Perdana Menterinya.
-
Pemerintah RI menyetujui Perjanjian Roem Rojen
-
Konferensi Meja Bundar (KMB)
-
Belanda mengakui kedaulatan Indonesia.