Perkembangan Politik Pada Masa Kemerdekaan (1945-50)

  • Period: to

    1945 (Agustus,September,November)

  • 17 Agustus tahun 1945

    17 Agustus tahun 1945

    17 Agustus tahun 1945
    Ir Soekarno membacakan Teks Proklamasi Kemerdekaan bertempat di sebuah rumah hibah dari Faradj Bin Sid bin Awdh Martak di Jalan Pegangsaan Timur No. 56,Jakarta Pusat
  • 18-22 Agustus 1945

    18-22 Agustus 1945

    PPKI mengadakan sidang 3 kali
  • 23 Agustus 1945

    23 Agustus 1945

    Tentara Inggris yang mewakili sekutu tiba di Sabang, Aceh
  • 5 September 1945

    5 September 1945

    Sri Sultah Hamengkubuwono IX mengeluarkan maklumat yang menyatakan Kasultanan Yogyakarta menjadi bagian dari Republik Indonesia dan merupakan Daerah Istimewa
  • 15 September 1945

    15 September 1945

    tentara Inggris selaku wakil Sekutu tiba di Jakarta, dengan didampingi Dr. Charles van der Plas, wakil Belanda pada Sekutu.
  • 14 November 1945

    14 November 1945

    sistem pemerintahan Indonesia yang semula Presidensial, berubah menjadi Parlementer, dengan Sutan Syahrir sebagai Perdana Menteri Indonesia pertama
  • Period: to

    1946 (Januari,Juli,November)

  • 2 Januari 1946

    2 Januari 1946

    Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Pakualam VIII mengirimkan surat melalui kurir yang mempersilakan apabila pemerintah RI bersedia memindahkan ibu kota RI ke Yogyakarta atas jaminan mereka berdua demi keamanan pimpinan negara
  • 15 -25 Juli 1946

    15 -25 Juli 1946

    Konferensi Malino
  • 15 November 1946

    15 November 1946

    ditandatanganinya Persetujuan Linggajati
  • Period: to

    1947 (Juli,Agustus)

  • Juli 1947

    Juli 1947

    Perdana Menteri Sutan Syahrir mengundurkan diri dan digantikan oleh Amir Syarifudin
    (Masa Jabatan 3 Juli 1947 – 29 Januari 1948)
  • 21 Juli-5 Agustus 1947

    21 Juli-5 Agustus 1947

    Agresi Militer Belanda 1
  • Period: to

    1948 (Januari-Desember)

  • 19 Januari 1948

    19 Januari 1948

    ditandatanganinya Persetujuan Renville
  • 23 Januari 1948

    23 Januari 1948

    Perdana Menteri Amir Syarifudin meletakkan jabatannya, dan digantikan oleh Mohammad Hatta sebagai Perdana Menteri yang sekaligus merupakan Wakil Presiden
  • 19-20 Desember 1948

    19-20 Desember 1948

    Agresi Militer Belanda 2
  • 22 Desember 1948

    22 Desember 1948

    dibentuknya Pemerintahan Darurat Republik Indonesia di Bukittinggi, yang dipimpin oleh Syafrudin Prawiranegara. PDRI dibentuk setelah Agresi Militer II Belanda berhasil menangkap pimpinan RI seperti Soekarno, Hatta dan Syahrir.
  • Period: to

    Tahun 1949 (Mei,Juli,Agustus,November,Desember)

  • 7 Mei 1949

    7 Mei 1949

    Ditandatangani Perjanjian Roem-Roijen
  • 13 Juli 1949

    13 Juli 1949

    sidang antara PDRI dengan Soekarno-Hatta. Pimpinan PDRI, Syafrudin Prawiranegara, menyerahkan mandatnya, sehingga pemerintahan kembali dipegang Mohammad Hatta sebagai Perdana Menterinya.
  • 14 Juli 1949

    14 Juli 1949

    Pemerintah RI menyetujui Perjanjian Roem Rojen
  • 23 Agustus - 2 November 1949

    23 Agustus - 2 November 1949

    Konferensi Meja Bundar (KMB)
  • 27 Desember 1949

    27 Desember 1949

    Belanda mengakui kedaulatan Indonesia.